Motivator Indonesia - Mr. Stefanus Tj
 
                                    

Authorized Partner and Certified Trainer of TDW

Friends article Post New Entry

This Blog Article is for all members who can send/ post the motivational article or share what you are had for us

view:  full / summary

9 Seni mendapatkan order

Posted by info on February 25, 2013 at 2:45 AM Comments comments (0)

1. Telepon siapa saja ( cara terburuk yang bisa dilakukan )

2. Janji untuk bertemu dengan orang yang belom dikenal ( dari telepon siapa saja )

3. Menunggu respon dari iklan atau dari mengirimkan surat atau brosur

4. Janji pertemuan dari pameran

5. Konsumen yang didapat dari referensi yang kita minta dari konsumen kita

6. Konsumen yang didapat dari konsumen kita yang mereferensikan pada orang lain

7. Konsumen yang memang ingin membeli barang dari kita

8. Konsumen lama kita yang membeli kembali dari kita dengan cara kita ingatkan atau berikan program yang terbaru

9.Konsumen lama kita dengan antusias membeli kembali dari kita  


Sukses bermula dari pikiran kita

Posted by info on February 25, 2013 at 2:45 AM Comments comments (0)

Sukses adalah kondisi pikiran kita

Bila anda menginginkan SUKSES, maka anda harus mulai berfikir bahwa anda SUKSES

Dengan mengisi penuh pikiran anda dengan KESUKSESAN

-Dr Joyce Brothers

WAITING YOUR CUSTOMER Keep in Touch

Posted by info on February 25, 2013 at 2:40 AM Comments comments (0)

Dari waktu ke waktu kebutuhan pelanggan jelas berubah. seseorang tidak membutuhkan produk anda pada 6 bulan yang lalu tetapi akan membutuhkannya beberapa bulan kemudian. Pelanggan yang mengatakan "TIDAK" belom tentu menolak penawaran anda , mungkin saja mereka tidak memerlukannya sekarang.

Untuk itu anda harus tetap mempertahankan kontak dengan calon pelanggan anda tersebut. Cara mempertahankan kontak dengan pelanggan pada dasarnya sedang mengingatkan prospekbahwa: " saya masih di perusahaan yang sama, ini nomor telepon saya dan Anda tahu bagaimana menghubungi saya"

Dongeng Emas dan Ular

Posted by amelia on December 22, 2012 at 12:20 AM Comments comments (0)

Dahulu kala ada seorang petani miskin yang mesti berjuang keras untuk memajukan kehidupannya. Namun meskipun ia terus bekerja dan berhati-hati dalam melakukan pengeluaran, ia tetap saja tak mampu menyisihkan penghasilannya untuk ditabung, selalu saja pas-pasan.

Suatu malam, dalam tidurnya ia bermimpi ada suara yang berkata: "Jika ada sesuatu di dunia ini yang begitu sulit untuk kamu dapatkan, maka suatu waktu hal itu akan muncul begitu saja di hadapanmu." Dan petani inipun terbangun dari tidurnya. Dia kemudian berharap bahwa ketika ia bangun di suatu pagi, ia akan menemukan harta yang berlimpah di rumahnya sendiri. Dengan begini, tidak diragukan lagi bahwa kekayaan itu memang dimaksudkan untuknya.

Beberapa hari berlalu, ketika ia sedang dalam perjalanan, bajunya tersangkut pada semak-semak berduri yang tumbuh di sekitar ladang, Tak ingin kejadian yang sama terulang, dia pun bermaksud membabat habis semak belukar itu. Namun ketika ia mencabut akar dari semak itu, di bawahnya ia menemukan sebuah kendi. Dibukanya tutup kendi itu, dan alangkah kagetnya si petani ketika mengetahui bahwa di dalam berisi begitu banyak kepingan emas. Pada mulanya hati petani miskin ini berteriak girang, namun setelah beberapa menit berpikir, ia kemudian berkata: "Oh aku memang ingin sekali menjadi kaya. Tapi aku telah meminta agar harta itu muncul di gubuk kecilku, akan tetapi aku justru menemukannya di ladang ini. Oleh karenanya aku takkan mengambil kendi ini berisi emas. Kendi ini tidak ditakdirkan untukku.

Lalu petani itu pun meninggalkan kendi di tempat ia menemukannya dan kembali berjalan pulang. Sesampainya di rumah ia pun menceritakan penemuannya kepada istrinya. Istrinya pun marah besar atas kebodohan sang suami meninggalkan harta itu di ladang. Dan ketika si petani tidur, istrinya pun pergi ke rumah tetangga dan mengatakan segalanya. "suami saya yang begitu bodohnya justru meninggalkan harta itu di ladang dan bukan membawanya pulang. Pergi dan ambillah harta itu untukmu dan bagilah denganku."

Tetangga itu pun sangat senang dengan saran ini, dan tak menunggu lama ia pun menuju ke tempat yang dimaksud oleh istri petani. Disibaknya semak-semak belukar, dan ia memang menemukan kendi itu masih berada disana. Diangkatnya dan ditengoknya ke dalam kendi itu. Namun alangkah panik dan marahnya ia ketika melihat bahwa kendi itu ternyata tidak berisikan kepingan emas seperti yang diceritakan oleh istri petani melainkan penuh dengan ular berbisa.

"Perempuan licik. Dia pasti hendak menjebakku. Dia berharap aku memasukkan tanganku ke dalam hingga aku digigit dan mati keracunan oleh bisa ular." pikirnya marah.

 

Jadi iapun kembali menutup kendi itu dan membawanya pulang. Dan pada saat tengah malam tiba, dengan diam-diam dia mendatangi rumah petani miskin tetangganya. Dia melihat sebuah jendela yang terbuka. Dengan sigap dipanjatinya. Dikeluarkannya ular-ular berbisa itu dari dalam kendi, dan iapun kembali pulang.


Ketika fajar tiba, petani miskin yang pertama kali menemukan kendi tersebut, bangun untuk memulai hari. Ketika ia berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air, dilihatnya setumpuk koin emas berhamburan di bawah jendela rumahnya. Dalam hati ia mengucap rasa syukur sembari berkata: "Akhirnya aku bisa menerima kekayaan ini, mengetahui bahwa mereka pasti ditujukan untukku, karena mereka muncul di rumahku sendiri, seperti yang aku harapkan!"

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita dongeng diatas?

Tentu saja bukan tentang mimpi si petani dimana harta itu tiba-tiba akan datang dengan sendirinya.

Tidak bukan itu.

 

Tapi pelajaran tentang bagaimana kita ini manusia haruslah pandai-pandai dalam melihat dan mencermati sebuah kesempatan yang ada. Namun telaahlah saat kita mengambil kesempatan itu sendiri, jangan sampai apa yang kita ambil itu merupakan hak milik orang lain. Seperti misalnya si petani miskin yang menolak mengambil kendi berisi emas saat ia menemukannya di ladang. Dia dapat melihat itu memang merupakan sebuah kesempatan, tapi dia merasa kesempatan itu memang belum diperuntukkan untuknya. Dia menemukan emas itu di ladangnya, bisa saja emas itu milik orang lain.

 

Memang ada sebuah pepatah 'siapa cepat dia yang dapat', tapi apakah anda bisa hidup bahagia dengan bersenang-senang di atas derita orang lain?

 

Namun pada saat kesempatan itu telah datang, dan anda yakin kesempatan itu memang diperuntukkan untuk anda, maka jangan tunggu lagi. Segera raihlah kesempatan itu.

 

Oleh karenanya, selalu bukalah mata anda. Tengoklah sekeliling anda, kesempatan itu mungkin kini ada di depan anda hanya saja anda kurang melihatnya. :)

- diambil dari 1001motivation-


Rahasia dan Tujuan Firewalk

Posted by info on March 27, 2012 at 4:25 AM Comments comments (0)

Mungkin anda timbul pertanyaan: Bagaimana sih kok Firewalk itu bisa jadi seminar heboh di seluruh dunia.Ritual berjalan di atas bara api telah dilakukan manusia sejak ribuan tahun lalu. Sejarah mencatat praktik seperti ini paling awal dilakukan pada 1200 sebelum Masehi di berbagai tempat. Tradisi berjalan diatas api ini juga nampak di berbagai kebudayaan dan suku. Di cina, tradisi ini merupakan bentuk perwujudan kekuatan ilmu beladiri dan penyembuhan. Sedangkan di India kegiatan ini merupakan bagian ritual kesucian dan ritual keagamaan.


  Pada abad XIX, masyarakat Hawai memunculkan tradisi berjalan di atas api sebagai perayaan suka cita. Di berbagai tempat termasuk di Indonesia, ada beberapa suku yang menggunakan ritual berjalan-menari di atas bara api untuk tujuan tertentu, contohnya di desa Trasian. Di desa Trasian, berjalan di atas api merupakan sebuah upacara inisiasi yang telah ada sejak abad XII. Pemuda yang sudah dianggap dewasa harus berjalan di atas api untuk menandai bahwa seorang pemuda sudah dianggap mandiri.Tujuannya adalah sebagai upacara ritual untuk mengukuhkan para remaja untuk menjadi manusia dewasa. Mereka harus berjalan melalui firewalk dengan tabuhan genderang dan iringan tarian Hawaii.


Firewalk juga menjadi bagian dari budaya di Banten, ujung Pulau Jawa atau di tempat lain di Indonesia juga. Kapan awal mula Sejarah Firewalk menjadi bagian dari Seminar motivasi ? Dari tradisi Firewalk diatas, seseorang yang bernama Tolly Burkan meneliti, kenapa mereka berani jalan diatas api.


Tolly Burkan, yang dikenal sebagai modern Firewalking Father , mengadakan seminar (workshop) jalan di atas api pertama kali pada tahun 1978 di USA, yang kemudian diteruskan oleh John Maisel dan Anthony Robbins.Selama 7 tahun Tolly Burkan (TB) melakukan penelitian secara ilmiah, diteliti secara medis dan science. Selama 7 tahun TB banyak melakukan ’Trial and Error’ dengan tujuan untuk menemukan:

* Kayu mana yang boleh dan yang tidak boleh digunakan dalam Firewalk

* Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam Firewalk

* Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi supaya dapat berjalan diatas api

* Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam seminar Firewalk

* Cara panduan dalam membantu peserta berjalan di atas api dll.


Dan akhirnya hasilnya di kemas dalam Seminar Firewalk Selanjutnya Seminar Firewalk dipopulerkan oleh Anthony Robbins mulai tahun 1983 dan juga John Maisel dari Amerika. Lalu apa bedanya Seminar Firewalk dengan jalan diatas api yang ada di masyarakat Hawaii atau yang di Banten? Jelas berbeda. Kalau yang di Hawaii atau Banten, itu bisa jadi ada unsur magic atau memiliki ilmu atau kualifikasi tertentu. Sehingga setiap orang biasa tidak bisa jalan diatas api. Sedangkan Seminar firewalk sudah diteliti dan dipersiapkan atas dasar penelitian ’ilmiah’. Ilmiah di sini maksudnya, setiap orang bisa berjalan diatas api dengan aman, tanpa trik tanpa magic dan cukup menggunakan Subsconscious Reprogramming (Pemrograman bawah sadar). Lalu apa dasar ilmiahnya berjalan diatas api:

* Kayu bukan penghantar panas yang baik dibandingkan dengan logam atau yg lain

* Ternyata untuk jenis kayu tertentu telapak kaki kita tahan dalam beberapa detik untuk berjalan diatas bara api (berjalan dalam jarak 3-10 meter)

* Telapak kaki memiliki kekuatan dibandingkan dengan kulit yang lain.

* Jika pikiran kita difokuskan pada hal tertentu, maka otak bisa jadi tidak merasakan panasnya api.


Bisa dilakukan dengan cara afirmasi (AR menyebutnya Incantation) melalui Subconscious Re-Programming (pemrograman bawah sadar) dsb. Walaupun secara ilmiah/fisika aman, mengapa orang juga masih takut kakinya terbakar? Mengapa orang secara emosi masih takut untuk jalan diatas api? Jawabannya: karena dia memiliki referensi yang tidak menyenangkan tentang api. Seseorang kebanyakan tidak punya pengalaman yg baik tentang api. Kita semua selama ini tahu bahwa api itu panas dan bisa membakar tubuh kita. Sehingga secara emosi, tubuh kita bereaksi menolak utk jalan diatas api.


Ketika dua benda yang berbeda suhunya bertemu, benda yang lebih panas akan mendingin dan benda yang lebih dingin akan memanas. Proses ini akan berhenti jika kedua benda tersebut dipisahkan atau telah mencapai suhu yang setimbang. Tinggi suhu setimbang dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya tergantung pada sifat-sifat termodinamika, yaitu suhu awal benda, massa jenis benda, kalor jenis benda, dan konduktivitas termal benda. Efusivitas termal merupakan akar kuadrat dari hasil perkalian konduktivitas termal, massa jenis, dan kalor jenis. Efusivitas termal menunjukkan jumlah energi panas yang diserap atau dilepaskan tubuh dalam kurun waktu tertentu per satu satuan luas saat permukaan benda berada pada suhu tertentu. Karena jumlah panas yang diserap oleh bagian yang lebih dingin pasti sama dengan jumlah panas yang dilepaskan oleh bagian yang panas, maka suhu permukan kedua benda yng saling bersentuhan menuju suhu benda yang memiliki efusivitas termal lebih tinggi. Untuk topik kali ini, kedua benda tersebut adalah kulit telapak kaki (yang mengandung air) dan arang.

Karena alasan-alasan di atas, David Willey seorang profesor di bidang fisika meyakini bahwa berjalan di atas api adalah suatu hal yang dapat dijelaskan oleh hukum dasar fisika dan bukan merupakan hal yang mistis atau supranatural. Jearl Walker juga menambahkan dugaannya bahwa berjalan di atas api dengan kaki yang basah akan mencegahnya terbakan karena adanya efek Leidenfrost.

 

Air memiliki kalor jenis yang sangat tinggi (4.184 kJ/K kg), sedangkan arang memiliki kalor jenis yang sangat rendah, sehingga perubahan suhu pada kaki akan lebih lambat dibandingkan perubahan suhu pada arang.

1. Air juga memiliki nilai konduktivitas termal yang tinggi, apalagi darah yang ada di kaki akan membawa panas dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.

2. Saat suhu arang menurun, suhunya akan berada di bawah flash point sehingga proses pembakaran akan berhenti dan tidak ada panas baru yang dihasilkan.

3. Firewalkers tidak akan lama berjalan di atas bara api dan mereka terus bergerak.

4. Risiko yang ada yaitu munculnya kapalan pada telapak kaki yang terkadang disertai rasa sakit. Namun dalam kurun waktu 3 hari, kapalan ini akan hilang.

anyak orang yang kakinya terbakar karena mereka berjalan terlalu lama sehingga memungkinkan konduktivitas termal arang naik.

1. Berlari (bukan berjalan) di atas bara api meningkatkan risiko terbakarnya bagian atas kaki, karena berlari akan menekan kaki lebih dalam kepada bara api.

2. Adanya benda asing pada arang juga dapat menyebabkan kaki terbakar. Berhati-hatilah terhadap logam karena tingginya konduktivitas termal yang dimilikinya.

3. Arang yang belum cukup lama terbakar akan meningkatkan risiko terbakarnya kaki, karena arang tersebut masih mengandung air yang memiliki kalor jenis dan konduktivitas termal yang tinggi. Pastikan air pada kayu yang dibakar telah menguap seluruhnya sebelum kegiatan firewalking dimulai.

Agar berjalan di atas api tetap menantang namun aman, berikut adalah tips-tips yang dapat dipraktikan :

1. Belajarlah kepada ahlinya, yaitu instruktur firewalking.

2. Tontonlah video mengenai cara melakukan firewalking. Video semacam ini dapat dengan mudah didapat di YouTube. Dengan menonton video ini, Anda dapat melihat bagaimana pengalaman mereka dan bagaimana mereka mampu melewatinya.

3. Jika ini adalah pengalaman pertama Anda melakukan firewalking, sebaiknya ada yang menemani Anda untuk berjaga-jaga jika Anda sampai terluka.

4. Pilih area yang akan Anda lewati selama firewalking. Penuhi area tersebut dengan pasir.

5. Jika terdapat titik api di dekat area tersebut, tunggu hingga warna baranya merah menyala.

6. Setelah warna baranya merah menyala, gunakan sekop untuk menyebarkan bara tersebut di area yang akan Anda lewati. Sebarkan dengan hati-hati.

7. Fokuskan pikiran Anda dan yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti bisa. Mulailah berjalan di atas bara api.

8. Berjalanlah di atas bara dengan cepat, namun jangan berlari. Berlari akan membuat kaki Anda masuk lebih dalam ke bara api dan akan membuat Anda merasakan sakit.


Ketakutan akan api sudah tertanam begitu dalam pada keyakinan manusia. Ketakutan ini merupakan pemain utama dalam sistem keyakinan kita. Aturannya, otak tidak mau dikalahkan. Ego manusia selalu ingin benar dan melakukan segala sesuatunya dengan “nyaman”. Ketika sesuatu yang “tidak nyaman” untuk ego manusia terjadi, ego memompakan gelombang ketakutan dengan segala cara untuk menghalangi kita melakukan perubahan yang bertentangan dengan ego kita. Rasa takut adalah emosi manusia yang kuat. Sekalipun sudah berkali-kali melakukan firewalking, rasa takut tetaplah ada. Namun, rasa takut dapat dikendalikan bahkan dijadikan rekan yang hebat.


Caranya adalah dengan berpikir bahwa rasa takut hanyalah sebuah energi. Kita dapat mengambil seluruh energi dari emosi kita, emosi apa saja, dan dengan melihat emosi tersebut sebatas sebagai sebuah energi, kita dapat memanfaatkannya untuk mendukung kita alih-alih menghalangi langkah kita. Dengan latihan, menemukan tempat yang tenang dalam diri akan semakin mudah, menghirup nafas dalam-dalam dan mengubah ketakutan menjadi kegembiraan dan suka cita. Lain kali ketika Anda mulai merasakan munculnya rasa takut, katakan pada diri Anda bahwa ini hanya sebuah energi. Dengan kesadaran seperti itu, Anda dapat memilih bagaimana Anda ingin energi ini bekerja dalam hidup Anda. Pastinya Anda akan bisa menggunakannya untuk menghentikan langkah Anda atau justru Anda memilih untuk masuk ke dalam ketakutan Anda yang paling besar dan mengubahnya menjadi dorongan untuk berubah. Ketahuilah bahwa sistem keyakinan manusia diturunkan dari orang tua dan mungkin saja hal itu tidak benar. Firewalking dapat membawa keyakinan ini kepada cahaya.


Apa sih tujuan utama Seminar Firewalk? * Jalan di atas api hanyalah sebuah ’Metafora’ (batu ujian), yang paling penting adalah bagaimana menaklukkan rasa takut. * Menaklukkan rasa takut sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Karena hambatan terbesar adalah : Rasa Takut dalam upaya mencapai goal yang kita inginkan. * Firewalk digunakan sebagai magic moment, kita ingat seumur hidup karena kita telah menaklukkan ketakutan terhadap panasnya api. Kalau begitu siapa yang boleh memandu Firewalk? Tentu saja Trainer Firewalk yang sudah mendapatkan pengetahuan bagaimana cara & syarat2 memandu Seminar Firewalk. Dan juga memiliki pengalaman dalam mengadakan Seminar Firewalk. Apakah sang Trainer harus memiliki Sertifikat Firewalk Trainer? Memiliki Sertifikat adalah sebagai bukti bahwa sang Trainer telah mendapat pengetahuan yang benar tentang Firewalk. Tapi itu bukan sebagai jaminan tentang keamanan firewalk.

 

Seperti yang pernah ditanyakan pada John Maisel (dari Fire Institute, USA) sewaktu menggelar Seminar Firewalk di Indonesia, beliau mengatakan Tanggung jawab dan Kemampuan Sang Trainer-lah yang menjadi peran utama Firewalk tsb. bisa berjalan dengan baik atau tidak. Apakah jalan diatas api itu benar2 aman? Lalu kenapa ada yang luka atau terbakar? Jika Sang Trainer sudah menjalankan prosedur sesuai standar, seharusnya tidak ada yang terbakar atau melepuh. Yang ada hanya kemungkinan terjadinya titik api kecil di telapak kaki. John Maisel atau Anthony Robbins menyebutnya ’Little hotspot’.

 

Apakah mungkin seseorang yg jalan diatas api terkena Little hotspot? Kemungkinan tetap ada walaupun hanya 5-10% orang, Namun Little hotspot tidak berbahaya, biasanya dalam 2-3 hari akan hilang. Yang menjadi titik perhatian bukanlah saya ada luka (little hotspot) atau tidak. Tapi lebih pada keberanian peserta dalam mengalahkan ketakutan dirinya dan melakukan Action.... berjalan diatas api.

 

Ada banyak kesaksian dari peserta yang telah berjalan diatas api, banyak merasakan manfaat sehingga hidupnya telah berubah menjadi lebih baik lagi. Sejatinya dalam hidup kita pun ada ’little hotspot’ yang jauh lebih beresiko. Seperti : mengalami kerugian usaha, baru saja ditipu teman 50 juta rp, AC mobil rusak & harus diganti, mengalami sakit, kena PHK, putus cinta (hahahahaaa.... ) dll. Siapa sih yang boleh jalan diatas api? Menurut FIRE Institute USA, seseorang yg berusia 4 – 80 tahun bisa jalan diatas api.

 

Fin

Peta Harta Karun

Posted by amelia on March 21, 2012 at 9:00 AM Comments comments (0)

Ada seorang pria berjalan di tepi pantai.....saat dia berjalan, dia melihat sebuah botol kaca. Dia memungut botol kaca itu kemudian menarik gabus penyumbatnya. Ternyata di dalam botol itu ada sebuah kertas, yang tak disangka-sangka merupakan peta harta karun. Tetapi pria itu tidak percaya, sehingga ia memasukkannya lagi ke dalam botol kaca itu dan melemparkan botol itu ke laut.

Beberapa saat kemudian seorang pria lain lewat di pantai tersebut dan melihat botol tersebut. Ia membukanya dan menemukan peta tersebut. Orang ini penasaran dg peta harta karun tersebut. Ia mencoba berjalan menuju tempat yang ditunjukkan peta tersebut, yaitu sekitar 30 meter ke tengah laut. tetapi ketika air laut mencapai paha, ia memutuskan untuk berhenti. "ini cuma jebakan", katanya. Kemudian ia bergegas ke tepi pantai dan membuang botol itu kembali ke laut.

Selang beberapa waktu, lewatlah pria ketiga. Ia melihat botol kaca itu dan mengambilnya. Dibukanya dan diambil peta harta karun tersebut. "hmm...peta ini cukup menjanjikan' katanya. "aku akan berusaha mencari harta karun ini"...ia lalu menyewa kapal dan menuju tempat yg ditunjukkan peta tersebut. Setelah sampai di tempat yg ditunjukkan peta tersebut, dia melihat ada sesuatu yg menyerupai peti harta karun. Ia lalu menyelam, akan tetapi ternyata peti itu jauh lebih dalam dari perkiraanya. Ia kehabisan nafas, lalu kembali ke perahu dan menyerah. Diambilnya botol itu, dimasukkan kembali petanya lalu dilemparkan kembali ke laut.

Setelah itu ada pria keempat yg berjalan-jalan di pantai tersebut. seperti pria sebelumnya, ia juga melihat botol itu. Ia bersemangat setelah tau isi botol itu. IA melihat ada perahu di tepi pantai, digunakan perahu tersebut untuk menuju ke tempat yang ditunjukkan peta tersebut. Sama dg pria ketiga...ia menyelam di tempat yang ditunjukkan pada peta. Ternyata lokasinya sangat dalam. IA kembali ke perahu, kemudian kembali ke pantai. Disana ia menyewa peralatan menyelam. Kemudian ia kembali ke tempat peti harta karun tersebut. Digunakannya perlengkapan selamnya dan ia berhasil mendapatkan peti harta karun tersebut. Dibawanya peti itu kepantai dan dibukanya.....Ia sangat senang setelah melihat isinya adalah emas dan berlian. ** Sukses adalah kombinasi dari peluang, keyakinan, usaha, dan strategi **

 

SEMUA ORANG BUTUH PELATIH

Posted by info on March 8, 2012 at 4:30 AM Comments comments (0)

Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan petinju sehebat Mohamad Ali sekalipun juga memiliki pelatih.Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Mohamad Alilah yang menang.

Mungkin kita bertanya-tanya mengapa seorang Mohamad Ali butuh pelatih? kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Mohamad Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang "TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI"

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA"  Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal hidup kita, sekaligus untuk mengingatkan kita, seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.

Kita butuh orang lain:

Yang menasehati

Yang mengingatkan

Bahkan yang menegur kita jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru. Yang bahkan kita tidak pernah menyadarinya.

KERENDAHAN HATI kita dibutuhkan

Untuk menerima kritikan

Untuk menerima nasehat

dan Untik menerima teguran, mungkin itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna. Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area "BLIND SPOT" kita sehingga "KITA BISA MELIHAT" apa yang "TIDAK BISA KITA LIHAT" dengan pandangan diri kita sendiri.

Bp.Budi WINNER , Bali

Ikan atau Duri?

Posted by Peter Dendi on February 29, 2012 at 4:15 AM Comments comments (0)

Dikisahkan ada seorang ibu yang memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun. Keduanya suka sekali makan ikan bandeng. Seperti yang kita ketahui, ikan bandeng rasanya enak namun mempunyai banyak duri kecil dan sangat berbahaya untuk anak kecil. kecuali bandeng presto ya..hehe..Setelah memisahkan daging ikan dari durinya, si ibu memberikan kepada anaknya. Namun suatu kali si ibu tidak memisahkan, dia langsung berikan ikan itu kepada anaknya. Dia ingin anaknya belajar memisahkan duri dari daging ikan. Namun setelah beberapa menit mencoba, anak ini menyerah. “Bu, aku ga mau makan ikan ini. Terlalu banyak durinya”, kata si anak. Si ibu menjawab, “Anakku, coba liat ikan bandengnya. Kamu liat lebih banyak dagingnya atau durinya?” “ya, tentu lebih banyak daging dibanding duri” jawab si anak. “Jadi, tahukah kamu nak kenapa kamu ga bisa misahin? Itu karena kamu fokus pada durinya. Kamu ga fokus pada dagingnya”.

Sikap kita menentukan cara pandang terhadap suatu persoalan. Jika cara pandang kita positif, kita melihat suatu persoalan hanyalah batu loncatan. Persoalan mengandung pelajaran yang berharga yang mendekatkan kita pada keberhasilan. Namun bila cara pandang kita negatif, kita melihat suatu persoalan sebagai batu penghalang bagi keberhasilan. Sikap positif berfokus pada solusi, sikap negatif berfokus pada persoalan/masalah. Pilihan ada di tangan Anda. :)

Mr. Peter Dendi

 


Rss_feed