Motivator Indonesia - Mr. Stefanus Tj
 
                                    

Authorized Partner and Certified Trainer of TDW

Friends article Post New Entry

Rahasia dan Tujuan Firewalk

Posted by info on March 27, 2012 at 4:25 AM

Mungkin anda timbul pertanyaan: Bagaimana sih kok Firewalk itu bisa jadi seminar heboh di seluruh dunia.Ritual berjalan di atas bara api telah dilakukan manusia sejak ribuan tahun lalu. Sejarah mencatat praktik seperti ini paling awal dilakukan pada 1200 sebelum Masehi di berbagai tempat. Tradisi berjalan diatas api ini juga nampak di berbagai kebudayaan dan suku. Di cina, tradisi ini merupakan bentuk perwujudan kekuatan ilmu beladiri dan penyembuhan. Sedangkan di India kegiatan ini merupakan bagian ritual kesucian dan ritual keagamaan.


  Pada abad XIX, masyarakat Hawai memunculkan tradisi berjalan di atas api sebagai perayaan suka cita. Di berbagai tempat termasuk di Indonesia, ada beberapa suku yang menggunakan ritual berjalan-menari di atas bara api untuk tujuan tertentu, contohnya di desa Trasian. Di desa Trasian, berjalan di atas api merupakan sebuah upacara inisiasi yang telah ada sejak abad XII. Pemuda yang sudah dianggap dewasa harus berjalan di atas api untuk menandai bahwa seorang pemuda sudah dianggap mandiri.Tujuannya adalah sebagai upacara ritual untuk mengukuhkan para remaja untuk menjadi manusia dewasa. Mereka harus berjalan melalui firewalk dengan tabuhan genderang dan iringan tarian Hawaii.


Firewalk juga menjadi bagian dari budaya di Banten, ujung Pulau Jawa atau di tempat lain di Indonesia juga. Kapan awal mula Sejarah Firewalk menjadi bagian dari Seminar motivasi ? Dari tradisi Firewalk diatas, seseorang yang bernama Tolly Burkan meneliti, kenapa mereka berani jalan diatas api.


Tolly Burkan, yang dikenal sebagai modern Firewalking Father , mengadakan seminar (workshop) jalan di atas api pertama kali pada tahun 1978 di USA, yang kemudian diteruskan oleh John Maisel dan Anthony Robbins.Selama 7 tahun Tolly Burkan (TB) melakukan penelitian secara ilmiah, diteliti secara medis dan science. Selama 7 tahun TB banyak melakukan ’Trial and Error’ dengan tujuan untuk menemukan:

* Kayu mana yang boleh dan yang tidak boleh digunakan dalam Firewalk

* Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam Firewalk

* Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi supaya dapat berjalan diatas api

* Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam seminar Firewalk

* Cara panduan dalam membantu peserta berjalan di atas api dll.


Dan akhirnya hasilnya di kemas dalam Seminar Firewalk Selanjutnya Seminar Firewalk dipopulerkan oleh Anthony Robbins mulai tahun 1983 dan juga John Maisel dari Amerika. Lalu apa bedanya Seminar Firewalk dengan jalan diatas api yang ada di masyarakat Hawaii atau yang di Banten? Jelas berbeda. Kalau yang di Hawaii atau Banten, itu bisa jadi ada unsur magic atau memiliki ilmu atau kualifikasi tertentu. Sehingga setiap orang biasa tidak bisa jalan diatas api. Sedangkan Seminar firewalk sudah diteliti dan dipersiapkan atas dasar penelitian ’ilmiah’. Ilmiah di sini maksudnya, setiap orang bisa berjalan diatas api dengan aman, tanpa trik tanpa magic dan cukup menggunakan Subsconscious Reprogramming (Pemrograman bawah sadar). Lalu apa dasar ilmiahnya berjalan diatas api:

* Kayu bukan penghantar panas yang baik dibandingkan dengan logam atau yg lain

* Ternyata untuk jenis kayu tertentu telapak kaki kita tahan dalam beberapa detik untuk berjalan diatas bara api (berjalan dalam jarak 3-10 meter)

* Telapak kaki memiliki kekuatan dibandingkan dengan kulit yang lain.

* Jika pikiran kita difokuskan pada hal tertentu, maka otak bisa jadi tidak merasakan panasnya api.


Bisa dilakukan dengan cara afirmasi (AR menyebutnya Incantation) melalui Subconscious Re-Programming (pemrograman bawah sadar) dsb. Walaupun secara ilmiah/fisika aman, mengapa orang juga masih takut kakinya terbakar? Mengapa orang secara emosi masih takut untuk jalan diatas api? Jawabannya: karena dia memiliki referensi yang tidak menyenangkan tentang api. Seseorang kebanyakan tidak punya pengalaman yg baik tentang api. Kita semua selama ini tahu bahwa api itu panas dan bisa membakar tubuh kita. Sehingga secara emosi, tubuh kita bereaksi menolak utk jalan diatas api.


Ketika dua benda yang berbeda suhunya bertemu, benda yang lebih panas akan mendingin dan benda yang lebih dingin akan memanas. Proses ini akan berhenti jika kedua benda tersebut dipisahkan atau telah mencapai suhu yang setimbang. Tinggi suhu setimbang dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya tergantung pada sifat-sifat termodinamika, yaitu suhu awal benda, massa jenis benda, kalor jenis benda, dan konduktivitas termal benda. Efusivitas termal merupakan akar kuadrat dari hasil perkalian konduktivitas termal, massa jenis, dan kalor jenis. Efusivitas termal menunjukkan jumlah energi panas yang diserap atau dilepaskan tubuh dalam kurun waktu tertentu per satu satuan luas saat permukaan benda berada pada suhu tertentu. Karena jumlah panas yang diserap oleh bagian yang lebih dingin pasti sama dengan jumlah panas yang dilepaskan oleh bagian yang panas, maka suhu permukan kedua benda yng saling bersentuhan menuju suhu benda yang memiliki efusivitas termal lebih tinggi. Untuk topik kali ini, kedua benda tersebut adalah kulit telapak kaki (yang mengandung air) dan arang.

Karena alasan-alasan di atas, David Willey seorang profesor di bidang fisika meyakini bahwa berjalan di atas api adalah suatu hal yang dapat dijelaskan oleh hukum dasar fisika dan bukan merupakan hal yang mistis atau supranatural. Jearl Walker juga menambahkan dugaannya bahwa berjalan di atas api dengan kaki yang basah akan mencegahnya terbakan karena adanya efek Leidenfrost.

 

Air memiliki kalor jenis yang sangat tinggi (4.184 kJ/K kg), sedangkan arang memiliki kalor jenis yang sangat rendah, sehingga perubahan suhu pada kaki akan lebih lambat dibandingkan perubahan suhu pada arang.

1. Air juga memiliki nilai konduktivitas termal yang tinggi, apalagi darah yang ada di kaki akan membawa panas dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.

2. Saat suhu arang menurun, suhunya akan berada di bawah flash point sehingga proses pembakaran akan berhenti dan tidak ada panas baru yang dihasilkan.

3. Firewalkers tidak akan lama berjalan di atas bara api dan mereka terus bergerak.

4. Risiko yang ada yaitu munculnya kapalan pada telapak kaki yang terkadang disertai rasa sakit. Namun dalam kurun waktu 3 hari, kapalan ini akan hilang.

anyak orang yang kakinya terbakar karena mereka berjalan terlalu lama sehingga memungkinkan konduktivitas termal arang naik.

1. Berlari (bukan berjalan) di atas bara api meningkatkan risiko terbakarnya bagian atas kaki, karena berlari akan menekan kaki lebih dalam kepada bara api.

2. Adanya benda asing pada arang juga dapat menyebabkan kaki terbakar. Berhati-hatilah terhadap logam karena tingginya konduktivitas termal yang dimilikinya.

3. Arang yang belum cukup lama terbakar akan meningkatkan risiko terbakarnya kaki, karena arang tersebut masih mengandung air yang memiliki kalor jenis dan konduktivitas termal yang tinggi. Pastikan air pada kayu yang dibakar telah menguap seluruhnya sebelum kegiatan firewalking dimulai.

Agar berjalan di atas api tetap menantang namun aman, berikut adalah tips-tips yang dapat dipraktikan :

1. Belajarlah kepada ahlinya, yaitu instruktur firewalking.

2. Tontonlah video mengenai cara melakukan firewalking. Video semacam ini dapat dengan mudah didapat di YouTube. Dengan menonton video ini, Anda dapat melihat bagaimana pengalaman mereka dan bagaimana mereka mampu melewatinya.

3. Jika ini adalah pengalaman pertama Anda melakukan firewalking, sebaiknya ada yang menemani Anda untuk berjaga-jaga jika Anda sampai terluka.

4. Pilih area yang akan Anda lewati selama firewalking. Penuhi area tersebut dengan pasir.

5. Jika terdapat titik api di dekat area tersebut, tunggu hingga warna baranya merah menyala.

6. Setelah warna baranya merah menyala, gunakan sekop untuk menyebarkan bara tersebut di area yang akan Anda lewati. Sebarkan dengan hati-hati.

7. Fokuskan pikiran Anda dan yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti bisa. Mulailah berjalan di atas bara api.

8. Berjalanlah di atas bara dengan cepat, namun jangan berlari. Berlari akan membuat kaki Anda masuk lebih dalam ke bara api dan akan membuat Anda merasakan sakit.


Ketakutan akan api sudah tertanam begitu dalam pada keyakinan manusia. Ketakutan ini merupakan pemain utama dalam sistem keyakinan kita. Aturannya, otak tidak mau dikalahkan. Ego manusia selalu ingin benar dan melakukan segala sesuatunya dengan “nyaman”. Ketika sesuatu yang “tidak nyaman” untuk ego manusia terjadi, ego memompakan gelombang ketakutan dengan segala cara untuk menghalangi kita melakukan perubahan yang bertentangan dengan ego kita. Rasa takut adalah emosi manusia yang kuat. Sekalipun sudah berkali-kali melakukan firewalking, rasa takut tetaplah ada. Namun, rasa takut dapat dikendalikan bahkan dijadikan rekan yang hebat.


Caranya adalah dengan berpikir bahwa rasa takut hanyalah sebuah energi. Kita dapat mengambil seluruh energi dari emosi kita, emosi apa saja, dan dengan melihat emosi tersebut sebatas sebagai sebuah energi, kita dapat memanfaatkannya untuk mendukung kita alih-alih menghalangi langkah kita. Dengan latihan, menemukan tempat yang tenang dalam diri akan semakin mudah, menghirup nafas dalam-dalam dan mengubah ketakutan menjadi kegembiraan dan suka cita. Lain kali ketika Anda mulai merasakan munculnya rasa takut, katakan pada diri Anda bahwa ini hanya sebuah energi. Dengan kesadaran seperti itu, Anda dapat memilih bagaimana Anda ingin energi ini bekerja dalam hidup Anda. Pastinya Anda akan bisa menggunakannya untuk menghentikan langkah Anda atau justru Anda memilih untuk masuk ke dalam ketakutan Anda yang paling besar dan mengubahnya menjadi dorongan untuk berubah. Ketahuilah bahwa sistem keyakinan manusia diturunkan dari orang tua dan mungkin saja hal itu tidak benar. Firewalking dapat membawa keyakinan ini kepada cahaya.


Apa sih tujuan utama Seminar Firewalk? * Jalan di atas api hanyalah sebuah ’Metafora’ (batu ujian), yang paling penting adalah bagaimana menaklukkan rasa takut. * Menaklukkan rasa takut sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Karena hambatan terbesar adalah : Rasa Takut dalam upaya mencapai goal yang kita inginkan. * Firewalk digunakan sebagai magic moment, kita ingat seumur hidup karena kita telah menaklukkan ketakutan terhadap panasnya api. Kalau begitu siapa yang boleh memandu Firewalk? Tentu saja Trainer Firewalk yang sudah mendapatkan pengetahuan bagaimana cara & syarat2 memandu Seminar Firewalk. Dan juga memiliki pengalaman dalam mengadakan Seminar Firewalk. Apakah sang Trainer harus memiliki Sertifikat Firewalk Trainer? Memiliki Sertifikat adalah sebagai bukti bahwa sang Trainer telah mendapat pengetahuan yang benar tentang Firewalk. Tapi itu bukan sebagai jaminan tentang keamanan firewalk.

 

Seperti yang pernah ditanyakan pada John Maisel (dari Fire Institute, USA) sewaktu menggelar Seminar Firewalk di Indonesia, beliau mengatakan Tanggung jawab dan Kemampuan Sang Trainer-lah yang menjadi peran utama Firewalk tsb. bisa berjalan dengan baik atau tidak. Apakah jalan diatas api itu benar2 aman? Lalu kenapa ada yang luka atau terbakar? Jika Sang Trainer sudah menjalankan prosedur sesuai standar, seharusnya tidak ada yang terbakar atau melepuh. Yang ada hanya kemungkinan terjadinya titik api kecil di telapak kaki. John Maisel atau Anthony Robbins menyebutnya ’Little hotspot’.

 

Apakah mungkin seseorang yg jalan diatas api terkena Little hotspot? Kemungkinan tetap ada walaupun hanya 5-10% orang, Namun Little hotspot tidak berbahaya, biasanya dalam 2-3 hari akan hilang. Yang menjadi titik perhatian bukanlah saya ada luka (little hotspot) atau tidak. Tapi lebih pada keberanian peserta dalam mengalahkan ketakutan dirinya dan melakukan Action.... berjalan diatas api.

 

Ada banyak kesaksian dari peserta yang telah berjalan diatas api, banyak merasakan manfaat sehingga hidupnya telah berubah menjadi lebih baik lagi. Sejatinya dalam hidup kita pun ada ’little hotspot’ yang jauh lebih beresiko. Seperti : mengalami kerugian usaha, baru saja ditipu teman 50 juta rp, AC mobil rusak & harus diganti, mengalami sakit, kena PHK, putus cinta (hahahahaaa.... ) dll. Siapa sih yang boleh jalan diatas api? Menurut FIRE Institute USA, seseorang yg berusia 4 – 80 tahun bisa jalan diatas api.

 

Fin

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments