Motivator Indonesia - Mr. Stefanus Tj
 
                                    

Authorized Partner and Certified Trainer of TDW

Artlkel 2

5 Menit Saja


Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah. “Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.

“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yang sedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan. Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?” Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, “Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa…?”

Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. “Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?” Lagi-lagi Jack memohon, “Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Pria itu bersenyum dan berkata, “OK-lah, iyalah…”

“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu. Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya….”

Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas. Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya. Prioritas apa yang Anda miliki saat ini?

Diambil dari: www.emotivasi.com

Berlayar Menuju Pantai Harapan


Anda adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar gagah menentang angin. Kesejatian anda adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga.

Dermaga adalah masa lalu anda. Tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan anda. Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugrahkan pada anda. Jangan biarkan masa lalu menambat anda di siti. Lepaskan diri anda dari ketakutan dan penyesalan. Berlayarlah. Bekerjalah.

Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Di situlah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Nilai Sebuah Kepercayaan

Ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang Office Boy biasa di perusahaan Jepang. Namun selang tahun kemudian pemuda ini berhasil menjadi pengusaha sukses di bidang jasa. Kenapa itu terjadi ?

Pemuda yang hanya lulus SMP awalnya hanya mencari pekerjaan. Dan diterimalah dia bekerja di kota besar ini. Betapa senangnya pemuda itu. Itu terlihat dari kinerjanya yang selalu bersemangat dalam mengerjakan tugas, selalu tersenyum ramah dan siap menolong teman yang membutuhkannya.

Bahkan kerja lembur dan tidur di kantor pun dijalaninya dengan senang. Tugas yang tadinya hanya jadi pesuruh, membereskan file, mengantar minuman di suatu hari meningkat menjadi pembantu administrasi.

Saat ada karyawan kantor yang mengalami musibah dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya, pemuda itu mau belajar keras menggunakan komputer untuk membantu temannya mengetik tugas.
Bos pemuda itu adalah orang Jepang. Dan pemuda itu sering sekali menemani dan membantu bosnya itu bekerja lembur. Walau perintah bos ini menggunakan bahasa Jepang, namun karena keinginan keras untuk belajar maka pemuda itupun menguasai bahasa Jepang sekaligus.

Dan penguasaannya terhadap bahasa Jepang juga tidak lepas dari bantuan karyawan Jepang yang ada diperusahaan itu yang sangat menghargai jika ada bangsa lain yang mau belajar bahasanya. Karena itu setiap teman Jepangnya pulang kampung pemuda itu selalu minta untuk dibawakan buku – buku.

Hasilnya terlihat empat tahun kemudian. Dari yang semula hanya pembantu administrasi naik menjadi asisten administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari Jepang pemuda itu selalu yang diminta untuk menemani mereka. Menjadi penerjemah bagi mereka dan lama - lama pemuda itu dipercaya mengurus banyak hal seperti menghadap pejabat dan menyampaikan pesan penting antar departemen.

Sekian tahun kemudian atas persetujuan dan bantuan bosnya serta kepercayaan yang terbentuk selama ini, pemuda itu meminta ijin mengundurkan diri untuk membuka usaha di bidang jasa, yaitu mengurus berbagai perijinan dan perekrutan karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia. Pemuda itu merasa bersyukur dengan apa yang telah dialami dan didapatkannya. Dan berjanji akan terus belajar.

Kisah diatas adalah sebuah contoh proses perjuangan seorang karyawan biasa sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri. Apa yang dicapainya saat ini tidak dibangun dalam sekejap, tapi dengan kerja keras, kejujuran, dapat dipercaya dan penuh tanggung jawab, mau belajar serta tahu menempatkan diri.

Dan kualitas karakter positif itulah yang mengubah hidupnya. Karena itu jika kita ingin berhasil sepertinya maka kita bisa memulainya dari dimana kita berada saat ini dengan belajar, bekerja sungguh – sungguh, dan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan. Begitu integritas kita terbangun maka apapun yang kita tekuni lambat atau cepat pasti akan mendapat tempat dan pasti kesuksesan demi kesuksesan akan datang menyusul.

Panjat Tebing: Rahasia Sang Pemenang

Ada sebuah kejuaraan panjat tebing yang diikuti lima orang pemuda.
Tebing ini sangat terjal dan memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi di banding kebanyakan tebing. Karena tingkat kesulitannya tidak banyak orang yang berani mencoba. Namun kelima peserta dengan semangat dan percaya diri yang tinggi masing-masing menyatakan kesanggupan mereka untuk menaklukkannya.
Semua telah tampak siap dengan peralatan mereka. Acara pun di mulai. tiap peserta mulai memanjat dengan antusias. Penonton yang ramai riuh memberi semangat.
Dan sekarang mereka telah mencapai sepertiga tebing. Keterjalan tebing dan sisi-sisi yang licin membuat seorang peserta nyaris jatuh. Namun dia dengan sigap merah pegangan dan memanjat lagi. Dua penonton berbisik “mereka tidak akan mampu mengakhiri lomba ini, tebingnya terlalu curam!”. Dan benar saja, pemuda yang nyaris jatuh tadi, sekarang benar-benar jatuh dan lututnya terluka.
Tersisa empat peserta lagi. Beberapa orang khawatir. Jika peserta yang lain jatuh, maka semakin tinggi jatuhnya akan semakin tinggi dia terluka. Dan…, kali ini mereka benar lagi. Satu pesera jatuh dan terluka lebih parah dari peserta sebelumnya. Tinggal tiga orang lagi tersisa.
Sebagian dari penonton mulai tampak resah. Mereka mengatakan pada panitia untuk menghentikan perlombaan, tebing ini terlalu curam dan licin. Satu persatu mereka berteriak “turunlah, kalian tidak akan mampu memanjatnya!” Mereka semuanya telah melewati 3/4 ketinggian tebing. “Turunlah, demi keselamatanmu!” Seorang peserta kehilangan konsentrasinya, dan jatuh. Langsung tak sadarkan diri.
Dua peserta lagi tersisa. Semakin banyak orang meneriaki mereka untuk turun. Mereka tak akan mampu menaklukkan tebing ini. Tidak mungkin mengingat sisa tenaga yang mereka miliki seperti itu.
Sekarang hanya tinggal dua meter tersisa. Dan satu orang peserta jatuh lagi. Dokter yang siap berjaga pun segera memeriksanya.
Sekarang hampir semua orang meneriaki peserta terakhir demi keselamatannya. Namun dia akhirnya meneyelesaikan perlombaan panjat tebing itu dengan sempurna. Semua orang merasa heran dan kagum padanya. Beberapa menitikkan air mata mengingat betapa sulitnya tantangan dan empat peserta lain yang gagal dan terluka parah.
Reporter TV lokal dan para wartawan yang telah menunggunya di bawah segera mendatanginya untuk wawancara. “Apa rahasianya sehingga anda begitu tangguh dan bertenaga?”. Pemuda itu tampak kebingungan dan hanya diam. Wartawan lain bertanya lagi. “Apakah anda sering memenangkan lomba panjat tebing sebelumnya?” Dia diam lagi dan hanya berbicara dengan gagap.
Seorang temannya menghampiri mereka. Sambil memberi minum kepada pemenang tersebut dia berkata kepada para wartawan, “Ma’af ya, teman saya ini tuna rungu. Dia tidak bisa mendengar”


RUMAH SERIBU CERMIN

Di sebuah desa kecil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama “Rumah Seribu Cermin.” Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi “Rumah Seribu Cermin”. Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya. Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi, ekornya bergerak-gerak secepat mungkin.Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, “Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat saya akan kembali mengunjunginya sesering mungkin.” Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun, anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri, “Tempat ini sungguh menakutkan, saya takkan pernah mau kembali ke sini lagi.”

continued...

THE PRESENT


Tiga Cara Untuk Memanfaatkan Masa Sekarang /Hari Ini:





1. BERADA PADA MASA SEKARANG
Jika Anda ingin lebih bahagia dan lebih sukses
Fokuslah pada apa yang ada pada Masa Sekarang
Responlah pada hal yang penting sekarang

2. BELAJAR DARI MASA LALU
Jika Anda ingin menjadikan Masa Sekarang lebih baik daripada Masa Lalu
Lihatlah apa yang telah terjadi pada Masa Lalu
Belajarlah sesuatu yang berharga dari hal tersebut
Lakukan hal yang berbeda pada Masa Sekarang

3. RENCANAKAN MASA DEPAN
Jika Anda ingin Masa Depan yang lebih baik daripada Masa Sekarang
Lihatlah Masa Depan seperti apa yang Anda inginkan
Buatlah rencana untuk mewujudkannya
Tindak lanjuti rencana itu pada Masa Sekarang

(dikutip dari Spencer “The Present” Johnson)

MOTIVASI DALAM HIDUP
Anda semua hidup dipastikan mempunyai cita-cita atau tujuan hidup. Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut.

1. Improved your goal

Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.


2. Don't make friends with garbage

 Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.


3. Remember your time on earth will through

Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup anda.

4.Say welcome to all problem, make them a challange

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.

5. Kalahkan rasa takut anda

Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.


6. Berfikir besar untuk meraih hal yang besar

 Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.

7. Asahlah terus gergajimu, dan berlatihlah memotong ranting dan kayu

Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

8. Start all with happy

Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.

Motivasi dapat menumbuhkan semangat dalam mencapai tujuan. Motivasi yang kuat di dalam diri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kita tidak akan ragu untuk melangkah ke depan, yaitu mencapai visi hidup kita.

fin 

Petani dan Keledai


Suatu pagi yang cerah, ada seorang petani tua sedang berjalan bersama keledai tuanya menuju ke kota. Sang petani hendak menjual hasil panennya di kota. Mereka berjalan dengan penuh semangat sambil membayangkan pundi-pundi emas yang akan didapat setibanya di sana.
Tiba-tiba di tengah perjalanan, keledai tua sang petani terperosok ke sebuah sumur tua yang sangat dalam. Sumur itu memang tidak terlihat karena tertutupi oleh papan dan daun-daun kering di atasnya. Keledai tua itu lantas menjerit-jerit, “Tolong, tolong keluarkan aku dari sini, petani!”. Sang petani tua pun merasa sangat khawatir karena sebagian dari masa depannya, hasil panen yang melimpah ruah, turut jatuh bersama dengan keledai tua ke dalam sumur. “Bagaimana aku dapat menyambung hidup jika aku tidak berhasil menjual hasil panenku? Aku harus segera mengangkat keledaiku! Karena hasil panenku terikat di punggungnya”, gumam petani.
Petani pun lantas memutar otak untuk mengangkat keledai tuanya dari dasar sumur. Ia berkeliling di sekitar sumur dan menemukan seutas tali. Lantas, ia pun mengambilnya dan menjulurkan tali tersebut ke dalam sumur. “Keledai, raih dan genggam tali itu! Saya akan menarikmu ke atas!”, teriak petani. Keledai berusaha untuk meraih dan menggenggam tali tersebut dan tentu saja sia-sia! Keledai tidak mempunyai jari-jemari layaknya manusia untuk dapat mengenggam tali tersebut.
Petani kemudian memutar otaknya kembali. “Ah, ya saya tau!”, cetus petani. Ia lantas membuat simpul dari tali tersebut sehingga menyerupai tali laso yang biasa digunakan oleh koboi-koboi di barat. Ia lalu menjulurkan tali tersebut ke dalam sumur, “Keledai! Masukkan lehermu ke dalam simpul tersebut! Aku akan menarikmu!”. Keledai lantas menuruti perintah petani. Namun, belum sampai beberapa detik sang keledai tertarik ke atas, ia serta merta melepaskan kepalanya dari simpul yang dibuat majikannya. Keledai berteriak, “Petani! Kau ingin membunuhku dengan tali itu, ya?”.
Sang petani terperangah. Betapa bodohnya ia! Lantas, ia berusaha berpikir keras lagi. “Bagaimana ini? Aku harus mencari jalan lain menarik keledaiku.”, gumam petani dalam hati. Ia berkeliling lagi di sekitar sumur, berusaha untuk mencari sesuatu yang dapat dipergunakan mengangkat keledainya ke atas. Tiba-tiba, ia terantuk sebilah bambu. “Ah, ya mungkin dengan ini aku bisa mengangkat keledaiku”.
Petani lantas menjulurkan bambu panjang tersebut ke dalam sumur. “Keledaiku! Coba kau jepitkan kedua kaki depanmu ke bambu itu! Nanti aku akan menarikmu ke atas!”, teriak petani. “Baik, petani!”, jawab keledai. Memang karena permukaan bambu itu licin maka keledai selalu terjatuh setiap kali akan ditarik ke atas oleh petani.
Petani belum menyerah, ia kembali mencari-cari akal untuk mengeluarkan keledainya dari sumur tua tersebut. Ia lantas melihat sebuah kayu besar dengan ranting-ranting yang dianggapnya cukup kokoh. Bersusah payah, ia menggeret kayu tersebut dan memasukkanya ke dalam sumur. “Keledaiku! Aku menemukan sebuah kayu. Lompatlah ke ranting-rantingnya untuk menuju ke atas!”, terika petani. Begitu sang keledai melompat ke ranting pertama, terdengar bunyi KRAK. Ya, ranting tersebut patah tentu saja.
Petani menjadi sangat lemas dan putus asa melihat segala usahanya tidak membuahkan hasil. Ia menyerah dan berpikir, “Ah, sudahlah. Memang bukan rezekiku untuk mendapatkan pundi-pundi emas di kota. Sudah tidak ada jalan lain lagi. Daripada aku sakit hati lebih baik aku kuburkan saja sekalian keledaiku itu di sumur tersebut.”
Petani kemudian mulai menggali tanah dan melemparkan gundukan-gundukan tersebut ke dalam sumur. “Selamat tinggal, keledaiku dan hasil panenku!”, begitu pikirnya sambil terus melemparkan gundukan-gundukan tanah ke sumur. Setelah cukup lama, tiba-tiba ada suara seekor keledai menjerit-jerit keluar dari sumur. “Petani! Petani! Aku di sini! Aku berhasil keluar”, teriak keledai itu.
Petani menolehkan kepalanya dan memandang dengan takjub. “Bagaimana bisa?”, tanya petani. “Ketika engkau sedikit demi sedikit memasukkan gundukan tanah ke dalam sumur, aku meloncat ke atasnya. Begitu seterusnya sehingga akhirnya aku berhasil keluar dari sumur ini!”. Petani merasa sangat berbahagia karena ternyata ia masih dapat menyambung hidupnya dengan mendapatkan pundi-pundi emas di kota. Begitu pula dengan keledai, karena ia berhasil terselematkan dari ancaman kematian.
***
Pelajarannya adalah bahwa jika kita menghadapi masalah, tanggapilah secara positif dan jangan menjadi panik serta terlarut dalam kegetiran. Justru dari masalah tersebut biasanya terdapat potensi yang bermanfaat dan merupakan berkah buat kita!

Kisah Seorang Ibu Tua dari Jepang


Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.

Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
“Bu, kita sudah sampai”,kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:”Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”.
Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan ,merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.

Mungkin cerita diatas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jkalau ada waktu saja.

Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.

KISAH SEEKOR KADAL DARI JEPANG

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merubuhkan tembok.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rubuh, dia menemukan seekor kadal yang terperangkapdiantara ruang kosong karena kakinya melekat pada sebuah paku.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran, lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dalam kondisi terperangkap selama 10 tahun?

Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu?

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukannya dan apa yang dimakannya sehingga ia dapat bertahan hidup selama 10 tahun dalam kondisi seperti itu. Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan membawa makanan di mulutnya.

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Oh sungguh sebuah cinta? cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban?.

Bayangkan kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun.., bayangkan bagaimana hewan sekecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan. Kenapa kita sebagai manusia yang dilengkapi dengan kesempurnaan akal dan pikiran tidak dapat berbuat lebih baik dari apa yang telah dilakukan seekor kadal.

Kadal aja bisa setia?, kenapa manusia tidak?
Setelah membaca kisah ini diharapkan qta bisa mengambil hikmahnya untuk jangan pernah mengabaikan orang yang kita kasihi.....